Membaca Al-Quran Lebih Utama Dari Zikir Dan Doa

Ibnu Qoyyim Al-Jauziah dalam kitabnya yang berjudul WABILISH SHAYYIB menjelaskan bahwa Zikir itu lebih utama daripada doa. Karena Zikir adalah pujian kepada Allah SWT dengan menyebut sifat-sifat-Nya yang indah, nikmat-nikmat-Nya, dan nama-nama-Nya. Sedangkan doa adalah permintaan seorang hamba akan kebutuhannya.

Sedangkan Membaca Alquran lebih utama daripada zikir dan doa. Hal ini tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku yang bersifat temporer.

Kadang-kadang terdapat factor-faktor yang bersifat temporer yang mengubah sesuatu yang kurang utama menjadi lebih utama, bahkan menjadikannya sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan. Contoh bertasbih dalam sujud dan rukuk lebih utama daripada membaca Al-Quran ketika itu. Membaca doa pada duduk diatara dua sujud lebih utama daripada qiraah Al-Quran. Berzikir tahlil, tahmid, tasbih dan takbir selesai sholat fardhu lebih utama daripada membaca Al-Quran. Zikir-zikir yang terikat dengan tempat dan waktu tertentu lebih utama daripada qiraah Al-Quran yang bersifat mutlak.


Intinya Qiraat Al-Quran secara mutlak lebih utama daripada zikir secara mutlak. Kecuali datang keadaan yang bersifat temporer  yang mengubah zikir dan doa menjadi lebih bermanfaat baginya daripada qiraah Al-Quran.

Doa Minta Rezeki Seperti Rezeki BUGHATS


Seorang ulama dari Suriah bercerita tentang do'a yang selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini.


Allahummarruqnaa kamaa tarzuqul bughats


Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats. 

Apakah "bughats" itu?
Dan bagaimana kisahnya?

"Bughats" anak burung gagak yang baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yang disebut "bughats". 

Ketika sudah besar dia menjadi gagak (ghurab).
Apa perbedaan antara bughats dan ghurab?

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.
Saat induknya menyaksikanya, ia tidak terima itu anaknya, hingga ia tidak mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dari kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yang baru menetas dari telur itu tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.

Lalu bagaimana ia makan dan minum...?
Allah Yang Maha Pemberi Rezeki yang menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya.

Allah menciptakan _aroma_ tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak tersebut sehingga mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat dan serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak dan ia pun memakannya.
ماشاءالله
Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu anaknya dan ia pun mau memberinya makan sehingga tumbuh dewasa untuk bisa terbang mencari makan sendiri.

Secara otomatis aroma yang keluar dari tubuhnya pun hilang dan serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya.

Dia-lah Allah, Ar Razaq, Yg Maha Penjamin Rezeki.

...Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia...
(QS. Az-Zukhruf: Ayat 32)

Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketakwaanmu kepada Allah, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:

"Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan di dalam qalbuku bahwa seseorang tidak akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, bertaqwalah kepada Allah, dan perindahlah caramu meminta kepada Allah. Jangan sampai keterlambatan datangnya rezeki membuatmu mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu yang ada di sisi Allah kecuali dengan menta'atinya."

Jadi tidaklah pantas bagi orang-orang yang beriman berebut rezeki dan seringkali tidak mengindahkan halal haramnya rezeki itu dan cara memperolehnya.

Mari introspeksi diri, apakah muamalah dan pekerjaan yang kita lakukan ini sudah sesuai hukum الله atau belum. Mengetahui status hukum perbuatan dulu baru berbuat.

Itulah sikap selayaknya seorang muslim.

اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ،وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)

Oleh sebab itu wahai kaum muslim, janganlah kita takut akan kurangnya rezeki, Allah Subhanahuwata'ala sudah mengatur rezeki. Sadarilah kitalah yang sebenarnya tidak pernah puas dan qanaah (menerima) dalam mensyukuri nakmat. Perbanyaklah bersyukur dan beristiqfar agar kita disayang Allah Subhanahuwata'ala.

آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين

والله أعلمُ بالـصـواب

باركالله فيكم

Sumber : Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Ini Doanya, Agar Anak Kita Tidak Nakal


ANAK KAMU NAKAL? Ini Doanya, Agar Anak Kita Tidak Nakal

Sebagai  orang tua tentunya mendambakan anaknya menjadi soleh dan soleha, yg taat akan agamanya dan penurut serta membanggakan kedua orang tuanya. Nah berikut ini kami lampirkan sebuah doa jika perilaku anak-anak tidak sesuai tabiat orang tuanya, maka  do’a mereka dengan doa ini :

Shohibul Maulid Simthudduror, Al Habib Ali Ibn Muhammad Ibn Husain Al Habsyi berkata:

“Jika perilaku anak-anak tidak sesuai dengan tabiat kalian maka doakan mereka, 



 "Ya Allah.. Berikan kebaikan yang banyak pada anak-anakku, jagalah mereka dan jangan kau celakakan mereka. Karuniakanlah kami ketaatan mereka.."

Sumber: Na’am Qolby Ma’ak

via : kehidup4n.blogspot.co.id


Keutamaan Shalawat Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, qaddasallah sirrahu, memberi nasihat:
“Ketahuilah membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu ibadah paling mulia, bentuk ketaatan paling luhur, ibadah yang paling tinggi nilainya yang diperintahkan Allah SWT kepada kita, sebagai bentuk penghormatan, pemuliaan dan pengagungan terhadap derajat beliau. Orang yang membaca selawat dijanjikan akan mendapatkan tempat paling indah di akhirat dan pahala paling besar.

Membaca selawat adalah amal perbuatan yang menyelamatkan, ucapan paling utama, ibadah yang menguntungkan, mengandung barokah paling banyak, dan ahwal yang paling kokoh.

Dengan membaca selawat, seorang hamba bisa meraih keridhaan Tuhan yang Maha Penyayang. Memperoleh kebahagiaan dan restu Allah SWT, barokah-barokah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati,dan diampuni dosa-dosa besarnya.
Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (QS Al-Ahzab [ 33]: 56)

Dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah, Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani menjelaskan tentang keutamaan-keutaman berselawat kepada Rasulullah SAW dengan merujuk apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Furhan dalam kitab Haqa’iq Al-Anwar. Beliau menyebut 42 keutamaan dan keuntungan berselawat kepada Nabi. Menurutnya, membaca selawat kepada Nabi membuahkan banyak faedah yang bisa dipetik oleh seorang hamba.

Inilah 42 keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menurut beliau.
  1. Berselawat untuk Nabi berarti melaksanakan perintah Allah SWT.
  2. Berselawat untuk Nabi berarti meniru Allah yang berselawat kepada Nabi.
  3. Berselawat untuk Nabi berarti meniru malaikat-malaikat-Nya yang berselawat kepada Nabi.
  4. Mendapat balasan 10 kali lipat selawat dari Allah SWT untuk diri kita pada setiap selawat yang kita ucapkan.
  5. Allah akan mengangkat derajat orang yang membaca selawat 10 tingkat lebih tinggi..
  6. Mendapat 10 catatan kebaikan.
  7. Allah SWT menghapuskan 10 dosa keburukan.
  8. Berpeluang besar doanya akan dikabulkan Allah SWT.
  9. Selawat adalah syarat utama mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
  10. Selawat adalah syarat untuk mendapat ampunan Allah dan akan ditutup segala aib.
  11. Selawat adalah syarat untuk memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakutinya.
  12. Selawat adalah syarat seseorang dapat dekat kepada Rasulullah SAW.
  13. Nilai selawat sama dengan nilai sedekah.
  14. Selawat adalah alasan bagi Allah dan para malaikat untuk membacakan selawat balasan.
  15. Selawat adalah syarat kesucian jiwa dan raga bagi pembacanya.
  16. Terpenuhinya segala keinginan.
  17. Selawat adalah alasan seseorang mendapat kabar baik bahwa dirinya kelak akan memperoleh surga.
  18. Selawat adalah faktor memperoleh keselamatan di Hari Kiamat.
  19. Selawat adalah alasan bagi Rasulullah SAW untuk mengucapkan selawat balasan.
  20. Selawat dapat membuat pembacanya teringat akan semua hal yang dilupakannya.
  21. Selawat dapat membuat harumnya sebuah majelis pertemuan dan orang-orang yang hadir tidak mendapat kerugian di Hari Kiamat kelak.
  22. Selawat dapat menghilangkan kemiskinan dan kefakiran bagi pembacanya.
  23. Selawat dapat menghapus julukan orang kikir ketika selawat dibacakan.
  24. Selawat menjadi penyelamat dari doa ancaman Rasulullah bagi orang yang membaca selawat ketika namanya disebutkan.
  25. Selawat akan mengiringi perjalanan pembacanya kelak di atas jembatan menuju surga dan akan menjauh dari orang yang tidak membacanya.
  26. Selawat akan menghilangkan keburukan-keburukan di suatu majelis pertemuan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.
  27. Selawat adalah penyempurna pahala dari sebuah percakapan yang dimulai dengan menyebut nama Allah dan membaca selawat kepada Rasul-Nya.
  28. Selawat adalah faktor yang dapat menyelematkan seorang hamba ketika berada di atas jembatan menuju surga.
  29. Selawat menghapus status sebagai pembenci selawat.
  30. Selawat adalah alasan bagi Allah untuk mengumumkan pujian baiknya kepada pembaca selawat tersebut di hadapan semua makhluk, baik di bumi maupun di langit.
  31. Selawat dapat mendatangkan rahmat Allah.
  32. Selawat dapat mendatangkan berkah.
  33. Selawat dapat melanggengkan dan mempertebal cinta kepada Rasulullah SAW dimana cinta ini merupakan simpul pokok keimanan.Dan, keimanan seseorang belum sempurna tanpa adanya cinta kepada Nabi.
  34. Selawat dapat memikat hati Rasulullah agar mencintai dirinya.
  35. Selawat mendatangkan hidayah dan menghidupkan hati yang telah mati.
  36. Selawat adalah syarat agar nama pembacanya disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW.
  37. Selawat dapat memantapkan iman dan Islam serta membacanya sama dengan memberi hak yang layak diterima oleh Rasulullah SAW.
  38. Selawat merupakan bentuk syukur kita atas segala nikmat dari Allah SWT.
  39. Bacaan selawat mengandung dzikir, syukur dan pengakuan atas nikmat Allah SWT.
  40. Selawat yang dibaca seorang hamba adalah bentuk doa dan permohonan kepada Allah, terkadang doa itu dipersembahkan kepada Nabi SAW dan tak jarang pula untuk dirinya sendiri, karena selawat dapat mendatangkan tambahan pahala.
  41. Selawat adalah buah yang paling manis dan faedah paling utama yang dapat didatangkan dari pembacaan selawat atas Nabi adalah melekatnya gambaran seorang Nabi yang mulia di dalam jiwa pembacanya.
  42. Memperbanyak bacaan selawat atas Nabi SAW menjadikan dirinya satu tingkatan dengan derajat seorang Syekh Murabbi (guru spiritual).

Dari kitab As-Safinah Al-Qadiriyah Li Asy-Syaikh ‘Abd Qadir Al-Jailani Al-Hasani.
Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalih.


Doa Minta Surga? Mintalah Surga Firdaus


Diriwayatkan oleh Tirmidzi, dari Atha' bin Yassar, dari Mu'adz bin Jabal bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, surga itu ada seratus tingkatan, dan setiap tingkatannya jaraknya antara bumi dan langit. Tingkatan yang paling tinggi ialah surga Firdaus, dan yang paling utama juga surga Firdaus. Daripadanyalah mengalir sungai-sungai surga. Apabila kalian memohon kepada Allah, mohonlah surga Firdaus."

Selain berdoa minta surga firdaus,  ada amalan-amalan yang harus dilakukan untuk mendapatkan surge firdaus. Amaln tersebut tertuang dalam Al Qurán surat Al-Muminun ayat 1 – 11:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (٤)وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥) إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٧) وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (٨) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (٩) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (١٠) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (١١

Terjemah Surat Al Mu’minun Ayat 1-11
  1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman
  2. (yaitu) orang yang khusyu dalam shalatnya,
  3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna
  4. dan orang yang menunaikan zakat
  5. dan orang yang memelihara kemaluannya
  6. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak terceIa
  7. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
  8. dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya
  9. serta orang yang memelihara shalatnya
  10. Mereka itulah orang yang akan mewarisi,
  11. (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Allah Mengabulkan Doa Makhluk Terjelek Sekalipun


Allah SWT telah mengutuk Iblis dikarenakan tidak mematuhi seruan Allah untuk sujud kepada Adam AS. Namun setelah kutukan itu terucap, Allah tetap mengabulkan permintaan si Iblis. Kisah tersebut di gambarkan dalam Al Qur’an surat Al Hijr ayat 31-38 sebagai berikut:

(31). إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ
kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu.

(32). قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ
Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"

(33). قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk".

(34). قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ
Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

(35). وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ
dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".

(36). قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan".

(37). قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ
Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

(38). إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ
sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan"

Apa makna yang dapat dipetik dari kisah ini?
Ibnu ‘Uyainah mengatakan,”Janganlah seseorang tidak mau berdoa disebabkan ia mendapati dirinya telah berbuat kesalahan. Karena sesungguhnya Allah SWT telah mengabulkan doa makhluk yang terjelek dan terkutuk sekalipun, yaitu Iblis.”


Jadi seandainya Saudara merasa telah melakukan dosa baik sengaja ataupun tidak sengaja, janganlah pernah berhenti untuk minta ampun dan berdoa kepada Allah SWT. Karena Dia adalah pengabul doa hamba-hambanya yang berdoa kepada Nya.

WAKTU WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA (2)

Pada tulisan bagian pertama telah diuraikan waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Berikut ini adalah pelengkap uraian pertama tentang waktu-waktu mustajab untuk berdoa.

Bulan Ramadhan dan saat berbuka puasa
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh orang yang berpuasa saat berbuka memiliki doa yang tidak akan ditolak” (HR Ibnu Majah)

Saat dikumandangkannya Azan
Sahl bin Sa’ad ra berkata, “Rasulullah SAW bersabda,’Ada dua hal yang tidak akan ditolak, Doa disaat azan dan di saat genting ketika perang berkecamuk” (HR Malik, Abu Dawud, Ibnu Hiban dan Hakim)

Di saat Iqomah
Hadits diriwayatkan oleh Ahmad dari Jabir ra, “Apabila dikumandangkan iqomah maka pintu langit dibuka dan doa dikabulkan”

Saat membaca Alquran, terlebih ketika telah mengkhatamkannya
Imran bin Husain ra meriwayatkan bahwa ia pernah melewati seorang qari’ yang sedang membaca Al Qur’an kemudian meminta-minta, maka ia beristirja’ (mengucapkan Innalillahi wainnailaihi roojii’un), kemudian ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang membaca Al Qur’an, maka hendaklah ia meminta kepada Allah SWT dengannya. Sebab, nanti akan datang suatu masa ada orang-orang yang membaca Al Qur’an, lantas dengannya ia meminta-minta kepada manusia”

Ketika imam mengucapkan “Waladdholliiin” dalam sholat
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,”Apabila imam mengucapkan ‘Ghairil mghdhubi alaihim waladhoolliin, maka ucapkannlah, Aamiin, nisacaya Allah mengabulkan doa kalian”

Disaat minum air zam-zam
Ad-Daruquthni dan Hakim meriwayatkan dari hadits Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Air zam-zam  bermanfaat sesuai niat orang yang meminumnya. Bila kau meminumnya (dengan niat) untuk mencari kesembuhan, Allah akan menyembuhkan mu. Bila kau meminumnya (dengan niat) agar kau kenyang, Allah akan membuatmu kenyang. Dan bila kau minum (dengan niat) untuk menghilangkan dahaga, Allah pun akan menghilangkan dahagamu. Ia adalah hentakan sayap malaikat Jibril dan air minum Nabi Ismail.

Ketika berada di majelis ilmu
Sabda Rasulullah,” Tidaklah suatu kaum duduk untuk mengingat Allah kecuali mereka akan dinaungi oleh para malaikat, diliputi rahmat, ketenangan akan diturunkan di hati mereka dan Allah akan menyebut mereka di tengah-tengah makhluk yang ada di sisi Nya.




Istighfar Penghapus Dosa – Ilustrasi


Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(An-Nisa :110)


Berikut adalah ilustrasi yang sangat pas untuk menggambarkan penghapusan dosa karena selalu beristighfar:

Do`a Mampu Menghafal Al-Qur’an dan Mencegah Lupa


Secara umum, para penghafal Al-Qur’an bila ditanya mengenai kiat menghafal akan menegaskan bahwa hal tersebut sederhana namun memerlukan komitmen. Diantaranya adalah kelurusan niat, kesungguhan usaha, pengulangan/muroja`ah, dan do`a. Yang disebut terakhir mungkin rentan/banyak terluputkan padahal sudah tentu justru itulah senjata pamungkas bagi setiap mu’min. Di atas segalanya, Al-Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan untuk manusia. Untuk bisa menguasainya maka mintalah karunia itu kepada Allah. Jangan sampai terjebak pada arogansi karena mengandalkan strategi atau kemampuan ingatan semata.

Ibnu Katsir dalam Fadha’ilul Qur’an pada bagian akhirnya mencantumkan Bab Do`a Nabi untuk Menghafal Al-Qur’an dan Mencegah Lupa. Peneliti naskah kitab tersebut (Abu Ishaq Al-Huwaini) mengomentari bahwa secara garis besar hadits padanya tidak shahih dari segi sanad dan matan.* Selagi berhati-hati dalam mengambil hadits tersebut, do`a yang terpetik setidaknya bisa menjadi inspirasi akan hal-hal apasaja yang patut disertakan dalam munajat kita. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba pilihan-Nya yang mewarisi Al-Qur’an dengan baik. Berikut ini adalah salah satu redaksi haditsnya;

Ibnu `Abbas berkata, “Suatu ketika kami berada di sisi Rasulullah, ketika `Ali bin Abu Thalib datang dan berkata, ‘Ayah dan ibuku kurelakan, Al-Qur’an mudah hilang dari dadaku, aku tidak mendapati diriku mampu untuk membacanya.’ Kemudian Rasulullah berkata, ‘Wahai Abul Hasan, maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang dengannya semoga Allah memberimu manfaat, dan memberikan manfaat kepada orang yang engkau ajari serta memantapkan apa yang telah engkau pelajari dalam hatimu?’ Ia (`Ali ra) berkata, ‘Ya, wahai Rasulullah! Ajarkan kepadaku!’ Beliau –shallallahu `alaihi wasallam– berkata, ‘Apabila tiba malam Jum`at, jika engkau mampu bangun pada sepertiga malam terakhir, ketahuilah bahwa waktu itu merupakan malam yang disaksikan (para malaikat), dan do`a pada malam tersebut terkabulkan, dan saudaraku Ya`qub telah berkata kepada anak-anaknya: Aku akan memintakan kalian ampunan kepada Tuhanku (QS Yusuf 98). Ucapan itu terus beliau (Ya`qub as) ucapkan hingga datang malam Jum`at. (Rasulullah saw melanjutkan) Jika engkau tidak mampu maka bangunlah pada pertengahan malam, jika engkau tidak mampu maka bangunlah pada awal malam, kemudian shalatlah empat raka`at dan engkau baca pada raka`at pertama surat Al-Fatihah dan Surat Yasin, dan pada raka’at kedua engkau baca Surat Al-Fatihah dan Surat Ad-Dukhan, dan pada raka`at ketiga engkau baca Surat Al-Fatihah dan Alif Lam Mim Tanzil As-Sajdah, dan pada raka`at keempat engkau baca Surat Al-Fatihah dan Surat Tabarak Al-Mufashshal (Al-Mulk). Kemudian apabila engkau telah selesai dari tasyahud maka pujilah Allah dengan sebaik-baiknya, ucapkanlah shalawat kepadaku serta kepada para nabi dengan sebaik-baiknya, mintakan ampunan untuk orang-orang mu’min laki-laki dan perempuan, serta saudara-saudaramu yang telah mendahuluimu beriman, kemudian ucapkan di akhir semua itu:


"Ya Allah, rahmatilah aku untuk meninggalkan kemaksiatan selama Engkau masih menghidupkanku, dan rahmatilah aku untuk tidak memperberat diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat bagiku, berilah aku rizki berupa kenikmatan mencermati perkara yang mendatangkan keridha’an-Mu kepadaku. Ya Allah, wahai Pencipta langit dan bumi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan serta keperkasaan yang tidak pernah habis. Aku memohon kepada-Mu ya Allah, wahai Zat yang Maha Pengasih, dengan Kebesaran-Mu dan cahaya Wajah-Mu agar mengawasi hatiku untuk menjaga Kitab-Mu, sebagaimana Engkau telah mengajarkannya kepadaku, dan berilah aku rizki untuk senantiasa membacanya hingga membuat-Mu ridha kepadaku. Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Zat yang memiliki kebesaran, kemulian dan keperkasaan yang tidak pernah habis. Aku memohon kepada-Mu ya Allah, wahai Zat yang Maha pengasih, dengan Kebesaran-Mu dan cahaya Wajah-Mu agar Engkau menerangi pandangan mataku dengan Kitab-Mu dan melancarkan lidahku, lenyapkanlah kesusahan dari hatiku, lapangkanlah dadaku dan basuhlah badanku dengan Al-Qur’an, sesungguhnya tidak ada yang dapat membantuku untuk mendapatkan kebenaran selain Engkau, dan juga tidak ada yang bisa memberi kebenaran itu selain Engkau. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung".

Wahai Abul Hasan, engkau lakukan hal tersebut sebanyak tiga Jum`at atau lima atau tujuh, niscaya engkau akan dikabulkan dengan izin Allah. Demi Zat yang mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan lupa memberi seorang mu’min.'” `Abdullah bin `Abbas berkata, “Demi Allah, `Ali tidak menunggu waktu lama kecuali hanya lima atau tujuh Jum`at hingga ia datang kepada Rasulullah dalam majelis, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, dahulu aku hanya mengambil empat ayat atau sekitar itu dan apabila aku membacanya dalam hatiku maka ayat tersebut hilang, dan sekarang aku mempelajari empat puluh ayat atau sekitar itu, dan apabila aku membacanya dalam hati maka seolah-olah Kitabullah ada di depan mataku. Dan dahulu aku mendengar hadits, apabila aku mengulangnya maka hadits tersebut hilang, dan sekarang aku mendengar beberapa hadits, kemudian apabila aku menceritakan hadits maka aku tidak kehilangan satu huruf pun darinya.’ Kemudian Rasulullah berkata kepadanya, ‘Engkau adalah seorang mukmin, demi Rabb Ka`bah, wahai Abul Hasan.'”

*Hadits riwayat Tirmidzi, ia berkata, sanadnya hasan gharib. Ath-Thabrani juga meriwayatkannya dalam Al-Mu`jam Al-Kabir. Al-Mundziri dalam At-Targhib berkata, berbagai jalur dan sanad hadits ini sangat bagus, sedangkan matan-nya sangat gharib. Al-Hakim (dalam Mustadrak) menjelaskan, shahih sesuai syarat hadits syaikhayni (Bukhari dan Muslim). Adz-Dzahabi mengatakan, hadits munkar, syadz, dikhawatirkan palsu padahal sanadnya bagus. Syaikh Al-Albani menilainya maudhu`. Allahu wa Rasuluhu a`lam.


Dalam Al-Qur'an Yang Diawali dengan “Robbanâ”


Di antara tata krama berdoa di dalam Islam, dianjurkan kita berdoa dengan menggunakan teks-teks yang termaktub di dalam Al-Qur'an. Hal itu dikarenakan kita ingin berbicara dan mengungkapkan keinginan kepada Allah, dan—tentunya—juga memerlukan ungkapan-ungkapan yang sesuai dengan Dzat-Nya Yang Maha Suci.
Kali ini, kami telah mengumpulkan teks-teks doa yang dimulai dengan ungkapan “Robbanâ” yang kami kumpulkan dari beberapa surah di dalam Al-Qur'an. Menurut hemat kami, doa-doa ini sangat layak untuk kita baca mengingat pembuat ungkapan-ungkapan tersebut adalah Allah sendiri yang mengetahui bagaimana dan dengan menggunakan bahasa apa Ia bisa dimohon. Selamat menyimak, dan jangan lupa mendoakan kami.

a. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari api neraka.” (QS. al-Baqarah: 201)

b. Doa Kesabaran dan Kemenangan
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَ انْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Curahkanlah atas kami kesabaran, kokohkanlah kaki kami, dan tolonglah kami [melawan] orang-orang kafir.” (QS. al-Baqarah: 250)

c. Doa Pembebas Beban
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَ اعْفُ عَنَّا وَ اغْفِرْ لَنَا وَ ارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Janganlah Kau azab kami jika kami lupa atau bersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Kau timpakan atas kami beban yang pernah Kau bebankan atas orang-orang sebelum kami dan janganlah Kau bebankan atas kami apa yang kami tidak mampu untuk [memikul]nya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Tuan kami. Maka, tolonglah kami [melawan] orang-orang kafir.” (QS. al-Baqarah: 286)

d. Doa Pemelihara Hidayah
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Wahai Tuhan kami! Jangalah Kau sesatkan hati kami setelah Engkau memberikan hidayah kepada kami dan anugrahkanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi anugrah.” (QS. Ali ‘Imran: 8)
e. Doa Pembebas Doa dan Peneguh Pendirian
ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَ إِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَنَا و انْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosa dan keberlebihan kami dalam urusan kami, teguhkanlah kaki [baca: pendirian] kami, dan tolonglah kami [melawan] orang-orang kafir.” (QS. Ali ‘Imran: 147)

f. Doa Pembebas Dosa dan Penutup Kejelekan
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِيْ لِلْإِيْمَانِ أَنْ آمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا، رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَ كَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَ تَوَفَّنَا مَعَ الْأبْرَارِ
“Wahai Tuhan kami! Kami telah mendengar [suara] seorang penyeru yang menyeru kepada keimanan [seraya berkata], ‘Berimanlah kepada Tuhan kalian!’ Lalu, kami beriman. Wahai Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosa kami, tutupilah kejelekan-kejelekan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang baik.” (QS. Ali ‘Imran: 193)

g. Doa Pengusir Kehinaan
رَبَّنَا وَ آتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
“Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami apa yang telah Kau janjikan kepada kami melalui para utusan-Mu dan janganlah Kau hinakan kami pada hari Kiamat, karena sesungguhnya Engkau tidak akan mengingkari janji.” (QS. Ali ‘Imran: 194)

h. Doa Pengampun Dosa dan Pendatang Rahmat
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَ إِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَ تَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. al-A’raf: 23)

i. Doa Penolak Kelaliman
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Janganlah Kau jadikan kami bersama orang-orang yang lalim.” (QS. al-A’raf: 47)
j. Doa Pembuka Kebenaran
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَ بَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَ أَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Bukalah [baca: hukumilah] antara kami dan kaum kami dengan kebenaran, dan Engkau adalah sebaik-baik penentu hukuman.” (QS. al-A’raf: 89)

k. Doa Kesabaran
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَ تَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Curahkanlah kesabaran atas kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim.” (QS. al-A’raf: 126)

l. Doa Pelindung dari Kelaliman
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَ نَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Janganlah Kau jadikan kami dilalimi oleh orang-orang zalim dan selamatkanlah kami demi rahmat-Mu dari [cengkeraman] orang-orang kafir.” (QS. Yunus: 85-86)

m. Doa Penurun Rahmat dan Keselamatan
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَ هَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan datangkanlah jalan keselamatan bagi kami.” (QS. al-Kahfi: 10)

n. Doa untuk Keluarga
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah kepada kami istri dan keturunan kami sebagai kebahagiaan [bagi kami] dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Furqan: 74)

o. Doa untuk Sesama
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَ عِلْمًا، فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَ اتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَ قِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
“Wahai Tuhan kami! Rahmat dan ilmu-Mu telah meliputi segala sesuatu. Maka, ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu, dan peliharalah mereka dari neraka Jahim.” (QS. al-Ghafir: 7)

p. Doa Penyingkir Siksa
رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُوْنَ
“Wahai Tuhan kami! Singkirkanlah siksa dari kami, karena sesungguhnya kami adalah orang-orang yang beriman.” (QS. ad-Dukhan: 12)

q. Doa Penyingkir Kedengkian
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَ لِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ
“Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman, dan jangalah Kau tanamkan di dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Mahakasih dan Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr: 10)

r. Doa Penyempurna Cahaya
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَ اغْفِرْ لَنَا، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Wahai Tuhan kami! Sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah kami, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. at-Tahrim: 8)


Sumber: http://www.quran.al-shia.org